Drama Korea All of Us Are Dead: Dikejar Zombie di Sekolah

drama korea all of us are dead zombie netflix

Drama korea All of Us Are Dead menghadirkan zombie di sekolah! Hal itu bikin All of Us Are Dead unik karena minim orang dewasa. Bagus nggak?


All of Us Are Dead menjadi salah satu drama Korea paling ditunggu 2022 ini. Meski sudah banyak kisah zombie di industri hiburan negeri gingseng itu, ternyata penonton masih antusias! Buktinya, per tanggal 29 Januari (satu hari setelah rilis), drama Korea All of Us Are Dead berhasil menduduki peringkat Top TV Shows on Netflix Worldwide versi Flixpatrol.

Top TV Shows on Netflix Wordlwide All of Us Are Dead

Kenapa banyak yang suka cerita zombie?

Menurutku, alasannya sama seperti orang-orang yang tetap nonton film Die Hard (1988-2013) meski konsep ceritanya selalu itu-itu aja. Yap, adrenalin. Apalagi, cerita tentang zombie nggak cuma tentang kejar-kejaran dan bertarung, tapi juga banyak jump scare di sana-sini. Itu yang bikin penonton tetap menonton kisah-kisah zombie.

Coba lihat film Train to Busan (2016). Saking hype-nya, film keduanya dibuat dan bahkan menjadi semacam kiblat karena sering dijadikan referensi tentang zombie. Salah satunya dalam All of Us Are Dead ini. Saat melihat teman-temannya bersikap seperti zombie, yang ada di pikiran murid-murid SMA ini adalah: “Kayak Train to Busan”.

Setelah film yang dibintangi Gong Yoo itu menghebohkan dunia, industri TV dan film Korea Selatan sepertinya mulai melihat genre ini potensial. Misalnya, Kingdom (2019) yang juga produksi Netflix tetap menuai kesuksesan sampai season kedua di 2020 dan prekuelnya, Kingdom: Ashin of the North (2021). Sedangkan baru-baru ini, ada Happiness (2021) yang bikin kita gagal fokus karena lebih seru hubungan pemeran utamanya daripada zombie-nya.

Nggak mau kalah, di layar lebar juga ada Rampant (2018) yang mengusung kisah zombie di era Joseon. Bahkan, kadang aku merasa bahwa film yang dibintangi Hyun-bin dan Jang Dong-gun itumenginspirasi Kingdom yang juga diberi sentuhan Game of Thrones (2011–2019). Pada 2020, Yoo Ah-in dan Park Shin-hye turut meramaikan dunia per-zombie-an dengan #Alive yang mendapat feedback kurang memuaskan.

Apa yang bikin drama Korea All of Us Are Dead beda?

Dari posternya aja sudah terlihat kalau drama Korea All of Us Are Dead ini akan fokus pada sekelompok murid SMA yang melawan zombie di sekolah. Konsep itu menurutku cukup menarik karena seharusnya usaha mereka bertahan hidup akan lebih sulit. Bukan karena secara fisik lebih lemah dari orang dewasa ya, tapi lebih ke psikis yang gampang goyah dan emosional. Buktinya, belum apa-apa aku sudah dibuat sebal oleh Na-yeon (Lee Yoo-mi).


Jadi, semua ini berawal dari seorang anak yang terlihat di-bully habis-habisan di sebuah roof top. Di tengah perkelahian, tiba-tiba anak itu menyerang dengan kuat dan bahkan tetap melawan meski tubuhnya sudah terpelanting kesana-kemari. Dia adalah anak guru sains SMA. Kabarnya, saat ini anak tersebut hilang.

Kim Byung-chul Drama Korea All of Us Are Dead Netflix
Lee Byeong-chan (Kim Byung-chul), sang guru sains genius yang juga misterius

Nggak lama setelah kejadian itu, Hyeon-ju tanpa sengaja tergigit seekor tikus yang tampak membentur-benturkan dirinya di dalam kotak kaca. Mengetahui hal itu, Pak Lee Si Guru Sains (Kim Byung-chul) menyekapnya. Saat dia lengah, Hyeon-ju keluar dan mencari pertolongan. Bagaikan virus COVID-19 yang gampang menular, virus yang menjadikan Hyeon-ju seperti zombie segera merebak ke seluruh penjuru sekolah dan sekitarnya.

Lebih ke pertemanan, bukan percintaan

Nam On-jo (Park Ji-hu) dan Lee Cheong-san (Yoon Chan-young) sudah berteman sejak kecil karena mereka tinggal bersebelahan. Ibu Cheong-san sering memberi mereka ayam karena On-jo hanya tinggal dengan ayahnya, PMK Nam So-ju (Jeon Bae-su). Alhasil, banyak yang mengira mereka pacaran. Padahal, sebenarnya On-jo naksir Lee Su-hyeok (Park Solomon).

Dulu Su-hyeok sering berkelahi. Tapi sekarang dia sudah bertobat. Ngerti lah ya tipikal bad boy dengan tubuh tinggi proporsional pasti jadi favorit semua orang. Sayangnya, si bad boy ini naksir ketua kelas Choi Nam-ra (Cho Yi-hyun). Jadi, di sini sama sekali nggak ada kisah cinta yang terlalu berat. Hanya menyadarkan On-jo siapa yang sebenarnya selalu ada untuknya.

Nah, kalau ngomongin friendship, aduh, aku berhasil dibikin sedih sih. Tanpa bermasuk memberi spoiler, seharusnya sudah bisa ditebak bahwa gerombolan anak-anak ini pada akhirnya berguguran juga. Level kesedihannya mulai yang B aja sampai yang sedih banget. Meski begitu, menurutku penonton ikut sedih karena membayangkan jika mereka di posisi anak-anak All of Us Are Dead sih. Sebab, dengan hanya 12 episode aja, hubungan antar karakter dan hubungan keluarganya kurang dalam.

Harus memaklumi kemampuan akting para pemain

Sebagai pemain dengan peran lebih, hanya Yoon Chan-young dan Cho Yi-hyun yang pernah aku tonton di drama Korea lain. Akting mereka cukup oke. Kalau kamu merasa terganggu dengan karakter Nam-ra yang diperankan Yi-hyun, sepertinya memang karakternya dibuat begitu deh. Aku pernah nonton Yi-hyun dimana aktingnya nggak sekaku itu deh.

Sedangkan Park Ji-hu ini baru masuk radarku. She’s pretty but her acting is so lame. Aku bahkan sampai skip tiap dia ngomong. Karakternya lemah, aktingnya kaku, dan banyak percakapan dia yang bikin, “Duh, nggak jelas!” Jadi, selain pemilihan pemainnya nggak oke, karakterisasinya juga bermasalah nih.

Park Ji-hu All of Us Are Dead Netflix
On-jo, bergantian dengan teman-temannya yang masih selamat, merekam pesan terakhir mereka.

Sama-sama baru masuk radarku, Lomon is surprisingly good. Dia banyak melakukan adegan aksi. Sebagai mantan anak nakal, skill bertarungnya sangat berguna untuk melawan zombie. Ya agak kaku sedikit lah di adegan close up yang bawa-bawa perasaan. Tapi itu masih sangat bisa ditoleransi daripada aktingnya Kang Daniel Wanna One di Rookie Cops (2022).


Semacam bisa tahu kalau bakal ada penonton yang risih dengan akting kaku para pemain utama, All of Us Are Dead memberi sedikit hiburan dengan adanya Lee Kyu-hyung sebagai detektif yang menginterogasi guru sains. Saat zombie sudah merambah kantor kepolisian, bersama Polisi Jeon Ho-cheol (Park Jae-chul), dia menuju markas besar untuk melaporkan bahwa solusi dari virus zombie ini ada di sekolah.

Nah, perjalanan mereka berdua menuju markas ini yang epic banget! Awalnya aku heran kok tiba-tiba ada Lee Kyu-hyung, tapi perannya nggak terlalu signifikan. Aku juga bingung di sini dia bakal serius seperti di Happiness atau malah melucu seperti di Prison Playbook (2017). He’ll be my Yoo Han-yang forever! Ha ha ha. Pokoknya, adegan mereka berdua jangan di-skip ya! Thank me later.

Lee Kyu-hyung All of Us Are Dead
Siapa sangka Detektif Jae-il (Lee Kyu-hyung) yang awalnya tampil serius berubah jadi melucu (lagi).

Peran orang dewasa hanya jadi selingan

Yap, sutradara Lee Jae-kyu dan Kim Nam-soo sepertinya benar-benar ingin membuat All of Us Are Dead seperti dunia milik pelajar. Karakter guru yang penting hanya guru sains si troublemaker dan wali kelas Park Sun-hwa (Lee Sang-hee). Bu Guru Park pun nggak terlalu lama bersama mereka.

Pertama kali mereka bersembunyi di ruang kelas, On-jo menelepon sang ayah yang seorang PMK. Tapi di tengah jalan, ayahnya ditugaskan ke kantor pejabat. Gara-gara itu bantuan nggak kunjung datang.

Saat tim militer datang ke sekolah untuk mengambil laptop Pak Lee, anak-anak itu nggak jadi diselamatkan karena tim militer baru mengetahui kalau seseorang bisa menjadi zombie tanpa ada gejala. Benar-benar ditinggalin deh mereka ini. Nggak heran kalau Nam-ra sampai mengucap, “Kita nggak butuh orang dewasa.”

Sampai sekarang aku nggak paham kenapa karakter ibu Cheong-san dibuat sepayah itu. Saat tahu anaknya dalam bahaya, ibu ini tanpa mikir langsung ke sekolah anaknya dan dengan mudahnya diserang zombie. Padahal, Cheong-san masih punya ayah lho. Kenapa nggak mereka berdua yang ke sekolah? Weleh, ini yang lebih dewasa kok malah anak-anaknya.

Dunia sekolah yang terlalu kejam

Karena mengusung dunia anak sekolah, trigger masalah dalam All of Us Are Dead adalah bullying. Park Lee membuat sebuah virus yang dimasukkan dalam tubuh sang anak agar dia bisa melawan saat diserang senior-seniornya.

And yes, nggak tanggung-tanggung, bullying yang diusung benar-benar seram lho. Diketuai oleh Son Myeong-hwan (Oh Hee-joon) dan anteknya Yoon Gwi-nam (Yoo In-soo) serta Chang-hoon (Shin Jae-hwi), mereka merekam Min Eun-ji (Oh Hye-soo) dalam keadaan bugil. Adegannya sih cukup aman ditonton remaja ya. Tapi sungguh, adegan itu agak mengganggu pikiranku sampai sekarang.

Salah satu bullies, si Gwi-nam, surprisingly menjadi zombie tanpa gejala. Jadi, dia sangat sulit ditaklukkan. Dengan wataknya yang memang jahat, dia nggak segan-segan membunuh kepala sekolah, apalagi Cheong-san dan kawan-kawan. Daripada zombie, aku sih lebih takut Gwi-nam. Mau ditusuk dan dijatuhkan berapa kali pun, dia kembali mengincar. Hiyyy!

Drama Korea All of Us Are Dead ini diperankan aktor-aktor muda dan sebagian juga pemula. Jadi, jangan berharap kemampuan akting yang luar biasa. Tapi, sebagai selingan, drama Korea ini menarik juga. Menurutku All of Us Are Dead nggak perlu sampai dibuatkan season duanya. Tapi, kalau fokus ceritanya jadi ke Detektif Song Jae-il, boleh deh he he.
Review All of Us Are Dead Korean Drama

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Top